Universitas Brawijaya terus mendorong pengembangan mahasiswa melalui pengalaman belajar yang tidak terbatas pada kegiatan akademik. Salah satu bentuknya adalah kegiatan pelatihan yang memperkenalkan keterampilan praktis untuk menghadapi situasi sosial dan emosional di lingkungan mahasiswa.

Psychological First Aid atau pertolongan pertama psikologis menekankan kemampuan untuk hadir, mendengarkan, memberikan rasa aman, dan mengarahkan seseorang kepada dukungan yang sesuai. Materi seperti ini relevan bagi mahasiswa karena kehidupan kampus mempertemukan individu dengan beragam pengalaman, tekanan, dan tantangan.

Melalui kegiatan yang interaktif, peserta dapat memahami pentingnya komunikasi yang empatik serta batasan ketika memberikan dukungan kepada orang lain. Mahasiswa juga diajak mengenali kapan sebuah situasi membutuhkan bantuan lebih lanjut dari tenaga profesional atau layanan yang berwenang.

Penguatan kapasitas semacam ini diharapkan dapat memperkuat budaya saling peduli di lingkungan kampus. Mahasiswa bukan hanya menjadi penerima layanan, tetapi juga dapat berperan sebagai bagian dari komunitas yang suportif.

Pengembangan mahasiswa membutuhkan lingkungan yang mendorong kepedulian, kolaborasi, keberanian belajar, dan kesempatan untuk bertumbuh.

Penguatan kapasitas semacam ini diharapkan dapat memperkuat budaya saling peduli di lingkungan kampus. Mahasiswa bukan hanya menjadi penerima layanan, tetapi juga dapat berperan sebagai bagian dari komunitas yang suportif.